Sunday, August 22, 2010

perjuangaN hiduP

"Untuk apa...? Bukankah lebih baik tidur? Lagian hari ini hari libur."
Aku tersenyum mendengar kalimat penuh protes itu. "Aku tidak merasa ingin tidur, ada baiknya aku pergi saja," ucapku.

"Film di HBO asyik² lho. Tuch Fast and Furious diputar, nonton aja! Cobalah beri waktu untuk diri sendiri." Masih dicobanya menghalangi niatku lembur hari ini. Dia menjajari langkahku hingga ke garasi.

"Nontonnya ntar aja dech, aku berangkat dulu." Kunyalakan mesin si Supi (motor honda supra-ku) dan meninggalkan dia.


"Untuk apa...?" Sepanjang perjalanan kalimat tanya itu terngiang-ngiang.
Untuk apa? Aku tak perlu bilang padanya bahwa aku akan duduk satu jam atau mungkin lebih demi uang dua puluh ribu rupiah. Kalo dia tahu jumlah uang yang aku dapatkan untuk pekerjaan lemburku ini, aku yakian dia akan tambah kesal, tambah tidak mengerti dengan pikiranku.

Aku telah menjual waktu tidur siangku, waktu istirahatku (yang baru bisa kudapatkan lagi minggu depan) dengan uang dua puluh ribu rupiah. Inilah hidup... harus diperjuangkan.


Monday, June 28, 2010

karenA akU mencintaimU

aku bahagia
aku bersyukur dengan apapun yang kualami denganmu
ketika kau luapkan amarahmu karena kesalahan kecilku
ketika kau acuhkan diriku karena khilafku
dan ketika kau hukum tanpa aku tau kenapa
aku tetap bahagia... karena aku mencintaimu

aku bahagia
aku bersyukur
ketika kau berlalu tanpa berpaling
ketika kau katakan cukup sampai disini
ketika kau tak memberi sedikitpun harapan
ketika aku hanya mampu terisak menatapmu
aku bahagia... karena aku mencintaimu

aku bahagia denganmu
seperti apapun dirimu di mata mereka
aku bahagia bersamamu
seperti apapun dirimu kenyatannya
aku bahagia denganmu
aku bersyukur
karena aku mencintaimu

tuk dirimu yang tak kunjung henti kucinta...

Friday, March 12, 2010

padA tiaP LangkahmU

pada tiap langkahmu
menjejak bumi membelah malam
demi rezeki yang (terus) kau cari
aku mengingatmu


pada tiap helaku
menarik nafas memenuhi dada
beriring doa keselematan untukmu
esok... ingin kuliat-mu lagi


pada tiap harapanku
bersemayam bersama doaku
dalam bisik nan halus
Tuhan, kembalikan dia
berhasil dan sehat
untukku

Tuesday, February 23, 2010

rindU (laGi)

aku rindu
tapi ta'kan pernah terucap
aku tak pernah punya nyali untuk mengatakan rasa itu
aku hanya merasakannya.

dari detik ke detik
dari helaan nafas ke helaan nafas berikutnya
perasaan itu ada
dan aku tak akan menghapusnya

akan kunikmati rindu ini
hingga yang Maha mengizinkan aku menuntaskan rasa ini

Thursday, January 14, 2010

doaku

semoga hari itu tidak ada
semoga hari itu tidak ada
semoga hari itu tidak ada
semoga hari itu tidak ada

doaku....

Friday, December 18, 2009

menanTi cintA

haruskah aku berdiri di tiap simpang jalan
menunggu dirimu di situ?
harapan...
antarkan dia kepadaku

Friday, December 04, 2009

rindU

“Rindu……
Tuntunlah langkahnya untuk menemukan diriku yang berdiri mematung di tepi penantian!”

Mengerjapkan mataku…, membiarkan airnya merembes di pipi yang kian cekung. Bisik hatiku tadi, selalu mampu membuatku menangis, oh bukan menangis, tapi bisik itu selalu mampu menciptakan aliran anak sungai di bukit pipiku walaupun tanpa gemercik. Yach… airnya mengalir perlahan. Menuruni bukit2 pipiku.

(ketika rindu)

Tuesday, October 20, 2009

dirimu adalah kenangan

dirimu adalah kenangan yang ta'kan kubiarkan pudar
dirimu adalah kenangan yang senantiasa hidup dalam jiwaku
ketika jarak dan waktu tak berpihak padaku
ketika semua nampak semu dan menyakitkan
kenangan akan dirimu menjadi semangat

Wednesday, July 15, 2009

kaU bertahaN

kau merasa sendiri
kau merasa ditinggal
lalu kau bertahan
atas rasa sakit dan kecewa yang mendera
namun tak urung matamu basah jua

kau merasa direnggut
kau merasa tak adil
tapi tiada protes
membiarkan semua terjadi
menanti waktu yang menjelaskan
memberi jawab atas tanyamu yang berkecamuk

kau sabar
kau berharap semua kan berlalu
kembali ke sedia kala
ketika bunga berbunga-bunga

kau bertahan
dalam sakitmu merenda harap
dalam perihmu membisikkan doa

Tuhan, kembalikanlah semua padaku
bisikmu...

Tuesday, May 19, 2009

telaH berlaLu - utarA

telah berlalu, semua indah yang dulu jadi milikku
dihantar angin yang berdesau, melayang bak awan melintasi biru langit yang mulai kelam kala itu
lewati padang gersang yang telah lama kehilangan pohon-pohon peneduhnya, direnggut paksa para penjarah, merubah hutan hijau berganti padang
utara nan jauh yang tak mampu kugapai dengan kaki telanjangku yang mulai ringkih tempat yang dituju

telah kau bawa semua, ketika itu. tanpa sebait kata sebagai penjelas maksud atas semua yang terjadi.
tatapan tanya yang kuhunjam pada manik matamu tak buatmu bergeming, mengisahkan alasan peristiwa yang kurasa pilu.

sedih,
meringis hatiku demi melihat jari2mu menorehnya dengan sembilu. seruak air di telaga mataku sedapatnya kubendung. aku takkan menangis di hadapanmu. aku tak menunjukkan sedikitpun rasa padamu.

hilang semua rasa itu. kubiarkan terbang bersama angin. aku tak memiliki apa-apa lagi.

utara….
tempat yang kau pilih, meletakkan semua indah yang kau renggut dariku
utara…
tempat yang tak kan kupijak, kendati kaki ringkihku telah kuat menapak

TENTANG ETIKA

 Aku baru saja selesai sholat Magrib ketika ponselku berdering. Demi melihat nama yang tertera di layar, segera kurapikan mukenah lalu merai...