Friday, September 28, 2007

duA tahuN laLU akU selaLU ke sanA




Alhamdulillah


Akhirnya pagi tadi aku sempat juga ke perpustakaan. Rencana yang sudah lama ada, baru tadi terlaksana.



Suasana baru menyambutku. Perpustakaan memang pindah tempat. Waktu aku masih rajin berkunjung, perpustakaan itu masih di jalan Pemuda, deket rumah Jabatan Wakil Bupati. Sekarang Perpustakaan pindah di Jalan Antang Benteng, dekat dari Pusat Pertokoan.

Petugasnya masih yang dulu, menyapaku dengan ramah. Setelah ngobrol seperlunya, aku menitipkan tas di tempat penitipan barang, trus melangkah masuk ke ruang baca. Sejuk hawa AC menyambutku. Duch bisa kerasan membaca kalo sudah seperti ini nich. Waktu aku masih rajin ke perpus dulu, ruang bacanya blon ber AC.

Sayangnya hari ini aku tidak bermaksud membaca buku. Aku hanya ingin meminjam buku. Aku mendekati rak yang berisi buku-buku Agama.

Akhir-akhir ini hatiku menuntut pengetahuan yang bersifat religi. Kutelusuri buku di rak sampai akhirnya aku menemukan buku Jalaluddin Rahkmat "Meraih Cinta Ilahi"

Ini aja dech, bisik hatiku.

Kemudian aku mendekat ke petugas pencatat. Dia menanyakan kartuku. Hmm mana yach.
" Cari aja Mba, aku member lama," ujarku kemudian.
Lincah tangan petugas itu memilah-milah kartu di abjad A. Akhirnya ketemu juga. Setelah ku perhatikan catatan di kartu tersebut ternyata aku terakhir ke perpustakaan dua tahun lalu, tanggal 25 Agustus 2005.
Aku jadi tertegun. Selama itukah aku tidak ke perpus???? Dua tahun???
Dua tahun ini aku baca buku apa yach....

Monday, September 17, 2007

doA dalaM badAi

ya Allah
sekeras apapun badai yang menghantam
tegarkanlah hamba berdiri disini

ya Allah
janganlah tinggalkan hamba
sesunggunya saat ini hamba hanya memilikimu

hampir saja aku menangis
namun tangis tak akan menjawab semuanya
tidak juga menyembuhkan luka
maka ku berbisik kepadaMu
sudilah berbagi kekuatan dan ketabahan
karena sesungguhnya dengan kekuatan dan ketabahan dariMu lah
aku jalani hari-hariku

Ya Allah....
jangan tinggalkan diriku yang lemah ini

harapaN yanG tersisA

seperti padang yang dulu berumput hijau
seperti pohon yang dulu berdaun rimbun
seperti bunga yang dulu mekar
seperti itulah...
semuanya hidup

adalah kemarau
keringkan hijau rumput itu
membakarnya hingga tiada tersisa
adalah kemarau
gugurkan daun-daun itu
meninggalkan ranting yang kekeringan
adalah kemarau
layukan mekar bunga
lenyapkan wanginya yang dulu semerbak

padang yang dulu hijau kini telah kering
pohon yang dulu ribun kini telah meranggas
bunga yang dulu mekar kini telah layu

semua meregang nyawa
jika masih ada satu nafas di sana
karena masih ada harapan yang tersisa

karenA izinMu

semua tak akan bisa
tanpa izinMu

aku takkan tegak
takkan jalan
takkan bicara
takkan menangis
tanpa izinMu

kukembalikan semuanya padaMu
sedih dan gembira adalah karunia

Wednesday, September 12, 2007

smS ramadhaN

Sejak kemarin nada pesan di ponselku berdering terus. Sampai malam ketika aku menuju tidur, nada sms itu masih juga berdering. Banyak sekali sms ramadhan yang masuk. Alhamdulillah aku termasuk dalam kategori di ingat oleh teman-teman, buktinya mereka mengirim sms.

Sebenarnya, ada sms atau tidak, itu tidak menjadi masalah bagiku. Perkara memaafkan tidak perlu lewat sms, tapi pada lubuk hati kita. Apa benar kita telah memaafkan kesalahan mereka?
Memaafkan lebih sulit dari pada meminta maaf. Tapi jika ingin mendapat berkah dalam bulan ramadhan, adalah lebih mulia memaafkan sebesar apapun kesalahan mereka.

Untuk semua teman2, maaf mungkin tidak kulafazkan, tapi telah terbentang luas di hatiku. Selamat menyambut bulan suci Ramadhan, semoga kita menjadi lebih baik dari hari ini dan kemarin. Amin Ya Rabbal Alamin...

Thursday, September 06, 2007

ketikA jalaN2 terputus

ketika jalan2 terputus
ketika pintu2 tertutup
ketika dinding2 merapat
ketika tiada suatu celah pun untukmu melangkah

ketika itu
engkau tak perlu resah
buang pula risau yang menggelayut
apalagi airmata, jangan biarkan basahi pipimu

ketika itu
bersyukurlah kepadaNya
ujian kesabaran kembali digelar di depanmu
sebut namaNya tuk membuka semua sekat itu
akan dia hadirkan cahaya tuk menuntunmu
semua itu terbuka
engkau tinggal melangkah

ketika kau sendiri
sesungguhnya engkau tidak sendiri
karena DIA selalu bersamamu

ya Allah, hamba yakin dengan semua ini
hamba yakin Engkau bersamaku

Wednesday, September 05, 2007

Yaa Mujiibu

yaa mujiibu...
wahai yang maha mendengar doa
wahai pengabul doa
kurangkai pintaku dalam kalimat
bersama dua tanganku yang terbuka
tengadah aku kepadaMu
bait2nya kulafazkan
berulangkali dari bibir tipisku

yaa mujiibu...
wahai sang Maha
kututurkan inginku
berkali, hingga malam meninggalkanku

yaa mujiibu
betapa, semua hanya mampu aku lafazkan
semua aku sampaikan
harapku, inginku
dengakanlah
kabulkanlah

yaa mujiibu...

Saturday, September 01, 2007

akU daN diA



Aku sadar, begitu besar perbedaan antara kami. Ibarat langit dan bumi. Bukan dalam hal prinsip saja, sifat kami pun banyak bedanya. Namun setelah bergaul dengan banyak teman, berkenalan dengan banyak kawan, aku sadari akhirnya, jika dialah sahabatku.


Bolehlah dia berbeda denganku. Bolehlah prinsip kami tidak akan ketemu. Namun aku temukan sesuatu dalam dirinya. Sesuatu itu yang tidak aku temukan pada teman²ku yang lain. Seacuh-acuhnya dirinya, dia selalu punya waktu dan ruang untukku. Dibalik gayanya yang acuh, sesungguhnya dia sangat penyayang dan perhatian.


Dia laksana padang bagiku. Ketika dadaku sesak, ketika tiada yang bersahabat, aku pasti datang menemuinya. Dan kepadanya aku letakkan semua bebanku. Kubiarkan air mataku mengalir di depannya. Tiada lagi rasa malu, bahkan aku jujur sekali kepadanya. Tentang haru biru hatiku, dia tahu. Tentang hitam putih sifatku diapun tahu.


Dia siap mendengarkan aku. Dia penuhi permintaanku. Dia menempatkan dirinya dengan baik sebagai sahabatku. Karenanya... karena itu semua

Aku tidak rela jika ada yang menyakitinya. Aku berdoa semoga dia mendapatkan yang terbaik.

bungA itU











dan bunga itu........
mekar sebarkan wanginya
terbawa angin pagi yang sepoi
tercium hingga ke lembah

bunga itu...
kendati tak pernah kau siram, tidak juga kau rawat
namun dia tumbuh
adakah dia bunga liar?
yang tumbuh di padang gersang bahkan bebatuan?
yang tumbuh karena alam
bukan karena kau siram, atau karena kau rawat

Kunjungan Abang

Kepergian orang yang kau sayang senantiasa menyisakan duka meski kau tahu bahwa memang seperti itulah adanya. Dia harus pergi tanpa dapat di...