Wednesday, April 18, 2007

lelaH













aku lelah berdiri di sini
di depan pintumu
yang berkali ku ketuk

aku lelah berdiri disini
di teras rumahmu
menunggu engkau membuka pintu
mengajakku masuk atau mengusirku pergi

aku benar-benar telah lelah
lelah menunggu cairnya kebekuanmu
lelah menunggu satu kalimatmu
mungkin cacian
atau permintaan maaf?


aku lelah menanti penjelasanmu
aku lelah menatap diammu
aku lelah tuk tahu ada apa sebenarnya


dan aku takut
aku takut aku tak merasakan apa-apa lagi tentangmu
aku takut rasa lelahku menguap
terganti acuh yang kini kadang mulai terasa


aku takut berlalu dari depan pintumu
aku takut kakiku melangkah meninggalkan teras ubinmu
aku takut penantianku usai
dan jika itu terjadi
jangan salahkan aku
jika aku berjalan dan tak menoleh sekalipun
walaupun saat itu mungkin kau telah membuka lebar pintumu
dan mungkin kau menjajari langkahku


tuk seseorang yang berubah drastis, katakan jika ada salahku. katakan mengapa terlalu banyak kebohongan. katakan apa maumu.

Tuesday, April 17, 2007

sesungguhnyA dirimU

memikirkanmu, tak ada hentinya.
sesungguhnya dirimu adalah sumber dari semua semangat yang harus kumiliki tuk beraktifitas!

menatap gambarmu yang selalu tersenyum ramah padaku
sebuah senyum balasan tergaris di bibirku
sayangku........... kusapa dirimu lembut
kendati kau terdiam membisu
ada damai merasuk perlahan
tenangkan riak rindu

dirimu
kendati jauh disana
dipisah barisan gunung dan lebat hutan
diantarai lekuk sungai dan kelok jalan
namun dirimu begitu berarti

dirimu
kendati tak terlihat mataku
tak tergapai tanganku
namun dirimu terasa oleh hatiku

sesungguhnya dirimu telah menjadi tumpuan rindu
yang kerap menggoda hatiku
idomissu

Thursday, April 12, 2007

taukaH kaU

tahukah
ketika malam turun seperti ini
dan dingin perlahan menusuk
sepi
ketika semua terlelap dalam mimpi indahnya

tahukah kau
saat itu aku masih terjaga
bersama dingin dan sepi
ku lukis wajahmu
di setiap inci hatiku

tahukah
dirimu yang bertahta disana
dirimu yang terpahat begitu dalam
terpatri begitu kuat

iloveusomuch

Wednesday, April 11, 2007

suraT untuK sepupU



Dear My Cousin
Assalamu Alaikum Wr. Wb.
Dan kamu akan kehilangan banyak demi mendapatkan sesuatu yang lebih dalam hidupmu!
Satu kalimat bijak yang kubuat sendiri tuk menggambarkan keadaan kita sekarang.

Maafkan aku cousin. Sebenarnya aku juga tahu kamu gak bakalan benci padaku, tapi suasana sensi sedang melandaku akhir2 ini. Dicuekin sedikit jadi sedih sekali. Mungkin karena aku (kita) telah kehilangan terlalu banyak kebersamaan, canda, tawa, ahhh, semuanya telah terlindas zaman, semuanya telah tertimbun ambisi dan terinjak-injak oleh cita2. Tapi kita tidak salah telah melakukannya. Semua itu merupakan proses alam. Jika kita tidak beradaptasi, maka alam akan meng-eliminasi kita.

Pandang photo kita yang menjadi latar tulisan ini. Gak ada lagi tawa seperti itu. Senyum seperti itu. Beruntung sekali kita pernah mengabadikan senyum bareng kita sehingga ada yang bisa jadi pengobat bagiku ketika rindu akan kalian mencabik-cabik jantungku. Aku menangis! Aku ingin pulang!

Tak bijak jika aku mengalah begitu saja. Sementara Ana dan Jumi sudah rela melintasi laut demi masa depan, maka aku pun harus bisa bertahan disini walau kita hanya terpisah barisan gunung, (tapi rasa rindu tetap saja mencabik-cabik, I miss u, I miss all, i miss my land).

Maafkan aku cousin, maafkan kami yan pergi meninggalkan kamu. Apa lagi yang bisa buat kamu tertawa? Iya, memang banyak kisah2 lucu di luar, banyak teman2 baik di luar, tapi adakah yang mengalahkan indahnya kebersamaan kita dulu? Tidak ada, bagiku. We are d best, d best team, family, cousin. We always d best in my memory. Believe me, I will be back.

Hmmm, masih ke masjid kah? Aku berani bertaruh, waktumu sempit sekali. Ternyata kita tidak hanya kehilangan kebersaman, tapi juga kehilangan tempat pertemuan denganNya. Aku gak pernah lagi sujud di masjid. Semuanya kelakukan di rumah atau di Simpul, namun aku tetap bersyukur karena masih sempat mengucap kalimat syahadat diantara alunan musik. Eh, kamu sholat kan? Cousin , walau kita jauhan dan sama sibuk, tapi kita selalu bersama dalam hati.

Wassalam, love U all, asya

Tuesday, April 10, 2007

karenA dirimU

karena dirimu adalah harapan
karena dirimu adalah penerang
ketika asa di pertanyakan
dan gelap membutakan
ku masih tegar disini
melihat dunia dari pancaran sinarmu

karena dirimu adalah kerinduan
karena dirimu adalah cinta
ketika aku sendiri
diselubung sepi yang tak berdenting
aku tetap disini
menanti datangmu menjemputku

Saturday, April 07, 2007

kendatI

kendati pelan caramu
namun tikamanmu tepat mengena di jantungku

kendati lembut lakumu
namun tusukanmu tepat di hatiku

sisakan sakit yang perih
di palungku nan dalam

Monday, April 02, 2007

ketikA embuN

ketika embun tak lagi menyejukkan
ketika matahari tak lagi menghangatkan
apa yg harus kita lakukan?

Kunjungan Abang

Kepergian orang yang kau sayang senantiasa menyisakan duka meski kau tahu bahwa memang seperti itulah adanya. Dia harus pergi tanpa dapat di...