Saturday, March 17, 2007

8 harI kemariN

delapan hari kemarin aku sangat menantikan tibanya hari ini
delapan hari kemarin aku menghitung pergantian waktu dari jam ke jam
melalui malam dengan harapan,
menyambut pagi dengan harapan dan meninggalkan sore dengan harapan.

setelah ia terbenam, dalam!
harapan itu membuncah kembali
ketika delapan hari yang lalu denting yang sangat ku rindukan mengalun
menuntun jiwaku yang saat itu telah bingung,
tak tahu harus melangkah kemana
tak pasti arah yang dituju.

delapan hari kemarin
ketika lega gantikan sesak di dadaku
ketika cemas menguap,
bersama tawaku aku menari
tak peduli tatap dan tanya mereka

delapan hari kemarin ketika denting itu kembali mengalun
delapan hari kemarin ketika asa hadir kembali
delapan hari kemarin ketika senyum mekar kembali
kunantikan hari ini dari waktu ke waktu

namun ketika delapan hari berlalu
ketika penantian hanya tersisa beberapa menit
aku menjadi takut akan hari ini
karena mereka memberi ultimatium
karena mereka tidak setuju pada delapan hari berikutnya

aku inginkan denting itu
aku rindukan denting itu manjakan telingaku
dengan lagunya yang mendayu
wahai mereka bolehkah ada delapan hari lagi?

mereka adalah teman-teman yang sangat sayang aku
mereka tidak izinkan aku begitu lama dalam kegamangan ini

4 comments:

halfian said...

hello, puisi yang bagus.

tjahaju said...

napa mbak? ada yg ulang taon ta?

undil said...
This comment has been removed by the author.
undil said...

8 hari dalam kebebasan - serasa tak sedetik-pun boleh terbuang (jgn2 cuman bingung milih hp cdma atau GSM nih :p)

Kunjungan Abang

Kepergian orang yang kau sayang senantiasa menyisakan duka meski kau tahu bahwa memang seperti itulah adanya. Dia harus pergi tanpa dapat di...