Thursday, November 20, 2008

menjaDi milikmU

Duduk termangu, tanpa sepatah kata kau ucap. Hanya nafasmu yang kudengar, begitu berat seakan tertindih berton-ton batu.

Tergoda aku tuk menyapamu. Bertanya akan beban yang menindihmu. Tapi tak kutemukan celah di bibirmu yang bisa memberiku jawaban.

Aku ikut diam. Mencoba menjadi teman yang terbaik di sepi yang kau ingin. Kucoba mendengar suara hatimu yang (berusaha) kusimak lewat resahmu, nafasmu, gerakmu dan sorot matamu yang tidak seperti biasa. Aku paham, kau ada ada masalah.

Aku ingin menjadi yang paling mengerti dirimu
Aku ingin menjadi yang paling dekat denganmu
Aku ingin menjadi yang paling dibutuhkan olehmu
(seperti aku yang selalu membutuhkanmu)
Aku ingin menjadi milikmu
Tapi bagaimana aku bisa ungkapkan semua?

Urung....!
Terkulai lenganku yang tadinya hendak menyentuhmu. Kembali kupangku tanganku, menunggu suara yang ingin sekali ku dengar darimu. Tapi kau tetap diam.
Terpikir untuk memecah diam kita. Ingin ku katakan, aku pun merasakan resahmu.
Tapi...................

1 comment:

capunk said...

salut....

Kunjungan Abang

Kepergian orang yang kau sayang senantiasa menyisakan duka meski kau tahu bahwa memang seperti itulah adanya. Dia harus pergi tanpa dapat di...