dia adalah langit
ketika aku terbaring di rerumputan
dan tengadah ke atas sana
aku melihatnya
dia adalah bintang
kerlipnya begitu indah di langit gelap
membuatku enggan berlalu
melepas pandang dari kerlipnya
dia adalah rembulan
membuat malam-malam kelamku menjadi indah
dialah matahari
menyapaku setiap pagi dari tidur lelapku
membuat aku terbangun tuk menatap langit
dia adalah semangat
melepas pandang nun jauh, mencari bintang di balik kabut. bolehlah ia menjadi kisah, yang kututurkan lewat kataku. "a light of miracle"
Wednesday, August 15, 2007
sePI
sepi sekali di sini
meniti hari tanpamu
merenda harapan
tak peduli tatap mereka
tak percaya kata mereka
kau tak kan kembali lagi
sepi sekali di sini tanpamu
namun tetap ku merenda harap
meniti hari tanpamu
merenda harapan
tak peduli tatap mereka
tak percaya kata mereka
kau tak kan kembali lagi
sepi sekali di sini tanpamu
namun tetap ku merenda harap
Tuesday, August 14, 2007
sajaK paGI
pagi...
biarkan aku sapa langitmu dengan sajak
ikhlaskan aku hidup aroma bungamu dengan senyuman
dan ijinkan aku kecup gadismu dengan sejuta kerinduan
hmmm.. sajak dari 08193366xxxx
biarkan aku sapa langitmu dengan sajak
ikhlaskan aku hidup aroma bungamu dengan senyuman
dan ijinkan aku kecup gadismu dengan sejuta kerinduan
hmmm.. sajak dari 08193366xxxx
Saturday, August 11, 2007
matahaRI, embuN, rembulaN
matahari pagi tak pernah ingkari bumi,
tuk bebaskannya dari belenggu gelap malam.
embun bening tak pernah kikir,
tuk bagikan basahnya pada dedaunan, rerumputan.
rembulan tak pernah lupa
tuk iringi jejak malam mencapai pagi.
semua itu ajarkan aku tuk selalu peduli
tuk bebaskannya dari belenggu gelap malam.
embun bening tak pernah kikir,
tuk bagikan basahnya pada dedaunan, rerumputan.
rembulan tak pernah lupa
tuk iringi jejak malam mencapai pagi.
semua itu ajarkan aku tuk selalu peduli
Flashback (suraT untuK mungguR)
Flashback...,
hari ini, aku buka kembali email yang pernah aku kirim dan kau kirim untukku.
aku baca,
aku tersenyum
aku meringis
hmm begitu banyak cerita yang pernah kita tuliskan
tentang pacarku
tentang pacarmu
hari ini aku ingin duduk bersama kamu
membaca kembali email2 kita
seperti tahun lalu waktu kita bertemu
duduk bersama diwarnet, tertawa
walau semalam kita berbicara
walau semalam kita tertawa
namun inginku belumlah terwakili
bilakah kita bertemu lagi?
jaga dirimu sahabatku
hari ini, aku buka kembali email yang pernah aku kirim dan kau kirim untukku.
aku baca,
aku tersenyum
aku meringis
hmm begitu banyak cerita yang pernah kita tuliskan
tentang pacarku
tentang pacarmu
hari ini aku ingin duduk bersama kamu
membaca kembali email2 kita
seperti tahun lalu waktu kita bertemu
duduk bersama diwarnet, tertawa
walau semalam kita berbicara
walau semalam kita tertawa
namun inginku belumlah terwakili
bilakah kita bertemu lagi?
jaga dirimu sahabatku
rileynA Munggur
selamat untukmu berdua
semoga kebersamaan ini selalu menjadi milikmu
tahun ketiga persahabatanmu
semoga berlanjut hingga ketahun-tahun berikutnya
selamat kepada rileyna
yang selalu bisa memaafkan munggur
selamat kepada munggur
yang selalu bisa mengerti rileyna
10 agustus 2004......
Halo apa bener ini rileyna? Dahiku berkerut... telepon dari sapa nich?
"Hai, aku Munggur masih ingat kan? Awas kalo bilang lupa, kita baru aja ceting, satu jam yang lalu" Lanjutnya beruntun.
"Hah?" spontan aku terkejut. merasa suprise dia benar2 menelepon. padahal aku nolak waktu dia minta nomor telepon. Soalnya dari pengalaman2 sebelumnya, teman ceting cuma suka minta nomor telepon tapi suka menelepon, hahahhah.
"Eh kamu masih disana kan? Koq diam aja?"
"Hehehe, makasih yach kamu bener2 menelepon.
"Iya nich aku lagi di wartel, soalnya hp ku lagi eror"
Percakapan mereka berlanjut. Sangat akrab seakan-akan mereka telah pernah bertemu sebelumnya. Padahal perkenalan itu baru saja terjadi, ketika Rileyna cheting di "mirC"
Seminggu, sebulan, setahun....
Rileyna dan Munggu menjadi temen. Walo mereka berjauhan, tapi kontak jalan terus. Fasilitas email, cheting dan telepon yang menghubungkan mereka. Apapun yang dialami Munggur seketika itu juga Rileyna tau. Rileyna pernah menangis ketika Munggur bersedih karena hubungannya dengan pacarnya ditentang keluarga, juga ketika pacar Munggur meninggal.
Sebaliknya Munggur pernah resah ketika Rileyna mengabarkan putus sama pacarnya. Mereka berdua benar-benar telah menjadi sahabat, tempat untuk saling berbagi.
rileyna dan munggur
semoga selalu menjadi sahabat yang saling menjaga.
semoga kebersamaan ini selalu menjadi milikmu
tahun ketiga persahabatanmu
semoga berlanjut hingga ketahun-tahun berikutnya
selamat kepada rileyna
yang selalu bisa memaafkan munggur
selamat kepada munggur
yang selalu bisa mengerti rileyna
10 agustus 2004......
Halo apa bener ini rileyna? Dahiku berkerut... telepon dari sapa nich?
"Hai, aku Munggur masih ingat kan? Awas kalo bilang lupa, kita baru aja ceting, satu jam yang lalu" Lanjutnya beruntun.
"Hah?" spontan aku terkejut. merasa suprise dia benar2 menelepon. padahal aku nolak waktu dia minta nomor telepon. Soalnya dari pengalaman2 sebelumnya, teman ceting cuma suka minta nomor telepon tapi suka menelepon, hahahhah.
"Eh kamu masih disana kan? Koq diam aja?"
"Hehehe, makasih yach kamu bener2 menelepon.
"Iya nich aku lagi di wartel, soalnya hp ku lagi eror"
Percakapan mereka berlanjut. Sangat akrab seakan-akan mereka telah pernah bertemu sebelumnya. Padahal perkenalan itu baru saja terjadi, ketika Rileyna cheting di "mirC"
Seminggu, sebulan, setahun....
Rileyna dan Munggu menjadi temen. Walo mereka berjauhan, tapi kontak jalan terus. Fasilitas email, cheting dan telepon yang menghubungkan mereka. Apapun yang dialami Munggur seketika itu juga Rileyna tau. Rileyna pernah menangis ketika Munggur bersedih karena hubungannya dengan pacarnya ditentang keluarga, juga ketika pacar Munggur meninggal.
Sebaliknya Munggur pernah resah ketika Rileyna mengabarkan putus sama pacarnya. Mereka berdua benar-benar telah menjadi sahabat, tempat untuk saling berbagi.
rileyna dan munggur
semoga selalu menjadi sahabat yang saling menjaga.
Thursday, August 09, 2007
agustuS itU seperTI......
Agustus itu seperti apa yach...
hmmm, aroma cat semakin kental
beberapa pagar telah berganti warna
kain merah putih berjejer rapi
bersanding dengan warna cerah lainnya
jalanan setiap sore ramai
anak sekolah, ibu2, bapak2
melangkah tegap dibawah komando sang pemimpin
mereka latihan berbaris
di lapangan
hijau rumput telah pudar
terinjak kaki yang berlari, melompat
ada berbagai lomba yang digelar
pagi hingga sore, selalu terdengar sorak
beberapa pelajar pilihan tak peduli dengan sorakan itu
tanpa mengeluh mereka melangkah dari ujung ke ujung lagi
kadang mendekat ke tiang tempat bendera sering dikibarkan
o0o mereka yang bertugas mengibarkan bendera pada tanggal 17 Agusutus besok
pantas saja mereka begitu serius berlatih
tak peduli panas dan debu.
agustus seperti ini yach
dari pagi hingga malam selalu ramai
panggung rakyat setiap malam meriah...
lebih meriah sekarang, dibanding ketika artis kdi yang datang
wah... memang banyak yang mau menonton malam ini
yang dipanggung itu kan anaknya, adiknya, ponakannya, temannya, pacarnya,
pokoknya kenalan mereka
jadi agustus itu seperti ini yach
hari ketika semua kota bersolek
pagar dan gedung di cat baru, di beri bendera merah putih plus umbul-umbul
tulisan dirgahayu indonesia dengan angka 62 ada di beberapa tempat strategis
duch... senangnya dengan suasana seperti ini
agustus selalu mengingatkan aku akan sosok almarhum ayah
agustus mengingatkan ketika aku harus mengecat pagar bersama ayah
memasang bendera dan umbul-umbul
agustus selalu mengingatkan aku akan film2 perang
film janur kuning yang dulu sering aku liat waktu aku masih kecil
agustus selalu mengingatkan aku akan buku sejarah yang pernah aku baca ketika masih sekolah
agustus buat aku merenung
tentang perjuangan mereka yang kita sebut pahlawan
aku yakin
di atas sana, mereka tersenyum bahagia
melihat kita, anak cucunya menikmati kebebasan buah dari perjuangan mereka.
agustus itu seperti.....
agustus itu ya jangan lupa tabur bunga di taman makam pahlawan
dan kirim doa untuk mereka yang tidak dimakamkan
agustus itu adalah harinya sang pejuang.
hmmm, aroma cat semakin kental
beberapa pagar telah berganti warna
kain merah putih berjejer rapi
bersanding dengan warna cerah lainnya
jalanan setiap sore ramai
anak sekolah, ibu2, bapak2
melangkah tegap dibawah komando sang pemimpin
mereka latihan berbaris
di lapangan
hijau rumput telah pudar
terinjak kaki yang berlari, melompat
ada berbagai lomba yang digelar
pagi hingga sore, selalu terdengar sorak
beberapa pelajar pilihan tak peduli dengan sorakan itu
tanpa mengeluh mereka melangkah dari ujung ke ujung lagi
kadang mendekat ke tiang tempat bendera sering dikibarkan
o0o mereka yang bertugas mengibarkan bendera pada tanggal 17 Agusutus besok
pantas saja mereka begitu serius berlatih
tak peduli panas dan debu.
agustus seperti ini yach
dari pagi hingga malam selalu ramai
panggung rakyat setiap malam meriah...
lebih meriah sekarang, dibanding ketika artis kdi yang datang
wah... memang banyak yang mau menonton malam ini
yang dipanggung itu kan anaknya, adiknya, ponakannya, temannya, pacarnya,
pokoknya kenalan mereka
jadi agustus itu seperti ini yach
hari ketika semua kota bersolek
pagar dan gedung di cat baru, di beri bendera merah putih plus umbul-umbul
tulisan dirgahayu indonesia dengan angka 62 ada di beberapa tempat strategis
duch... senangnya dengan suasana seperti ini
agustus selalu mengingatkan aku akan sosok almarhum ayah
agustus mengingatkan ketika aku harus mengecat pagar bersama ayah
memasang bendera dan umbul-umbul
agustus selalu mengingatkan aku akan film2 perang
film janur kuning yang dulu sering aku liat waktu aku masih kecil
agustus selalu mengingatkan aku akan buku sejarah yang pernah aku baca ketika masih sekolah
agustus buat aku merenung
tentang perjuangan mereka yang kita sebut pahlawan
aku yakin
di atas sana, mereka tersenyum bahagia
melihat kita, anak cucunya menikmati kebebasan buah dari perjuangan mereka.
agustus itu seperti.....
agustus itu ya jangan lupa tabur bunga di taman makam pahlawan
dan kirim doa untuk mereka yang tidak dimakamkan
agustus itu adalah harinya sang pejuang.
Tuesday, August 07, 2007
sedihkU
aku ingin bersandar di bahumu
ingin kutumpahkan semua air mataku
dan tak perlu kau tanya
tak perlu pula kubercerita
kau telah sangat mengerti mengapa aku menjadi seperti ini
ingin kutumpahkan semua air mataku
dan tak perlu kau tanya
tak perlu pula kubercerita
kau telah sangat mengerti mengapa aku menjadi seperti ini
Friday, August 03, 2007
terjajaH rindU
tiada dayaku
aku terjajah
kendati ku lawan sebisaku
namun aku masih juga kalah
bertekuk aku
ingin kukatakan kekalahanku
akan kuakui kemenanganmu
namun aku telah tidak mampu
hanya sirat mataku.....
ceritakan semua rasa
aku kalah
aku terjajah
akan rindu padamu
aku terjajah
kendati ku lawan sebisaku
namun aku masih juga kalah
bertekuk aku
ingin kukatakan kekalahanku
akan kuakui kemenanganmu
namun aku telah tidak mampu
hanya sirat mataku.....
ceritakan semua rasa
aku kalah
aku terjajah
akan rindu padamu
Wednesday, August 01, 2007
pulanglaH
pulanglah
usaikan resahmu
di sini, di rumah kecilmu nan indah
temukan semua damai yang dulu milikmu
pulanglah
usaikan resahku karena merindukanmu
disini di rumah kita
kembalikan semua tawa yang kau bawa pergi
usaikan resahmu
di sini, di rumah kecilmu nan indah
temukan semua damai yang dulu milikmu
pulanglah
usaikan resahku karena merindukanmu
disini di rumah kita
kembalikan semua tawa yang kau bawa pergi
seperTI dauN guguR
seperti daun gugur
melayang terbawa angin
menjauh dari pohonnya
akan terdampar di mana?
di hutan?
di lembah?
di padang?
di sungai?
di laut?
seperti daun gugur
semakin jauh terbawa angin
melayang terbawa angin
menjauh dari pohonnya
akan terdampar di mana?
di hutan?
di lembah?
di padang?
di sungai?
di laut?
seperti daun gugur
semakin jauh terbawa angin
Subscribe to:
Posts (Atom)
TENTANG ETIKA
Aku baru saja selesai sholat Magrib ketika ponselku berdering. Demi melihat nama yang tertera di layar, segera kurapikan mukenah lalu merai...
-
Sebenarnya aku ingin tegar laksana karang yang tak goyah meski di terpa ombak setiap detik, namun kembali niatku itu runtuh hari ini, sore t...
-
senin 2 Juli Pukul 8 tepat aku di simpul. Duduk di tempat biasa Nash duduk. Melakoni aktivitas yang sabtu kemarin masih dia lakoni. Hari per...