Thursday, February 14, 2013

14 februaRi

Alhamdulillah, segala puji bagi-Nya yang telah mengizinkan aku bangun, bernafas dan beraktivitas sebagaimana biasa, pada hari ini. Pukul delapan lewat sekian menit, aku meninggalkan rumah. Sekitar 10 menit di jalan aku nikmati. Sembari membawa motor, aku melihat sekeliling, melihat langit, dan tak henti mengucap syukur pada-Nya.

Tak ada yang istimewa hari ini. Semua berjalan sebagaimana mestinya. Dalam ketenangan yang semestinya. Di kantor, aku menikmati lagu2 di ruangan saja. Tak ada pekerjaan yang berat hari ini. Kubiarkan waktu berlalu sambil membuka beberapa situs favoritku. Sambil donlot2 lagu lama yang sebagian besar telah terhapus dari koleksiku. Bahagia itu sederhana, ketika kau merindukan satu lagu, dan dalam satu kali klik kau dapatkan lagu itu kemudian bisa mendengarkannya.

Tak henti mengucap syukur hari ini. Empat belas februari, ketika sebagian dari kita merayakannya sebagai hari kasih sayang, maka pada hari ini aku punya makna lain pada hari ini. Sebagian besar dari kita mengatakan hari ini tidak spesial, sama seperti hari lain, tapi bagiku hari ini spesial, bukan karena predikatnya sebagai hari kasih sayang, tapi karena hari ini hari jadi-ku.

Terima kasih Tuhan. Tak terasa setahun berlalu. Dan berharap masih ada tahun2 berikutnya untuk aku jalani. Dan berharap tahun ini menjadi lebih baik dari sebelumnya. Dan berharap ku pun lebih baik dari sebelumnya.

Selamat ulang tahun asya 

Tuesday, January 15, 2013

blogwalkinG

Blogwalking siang ini....! Dari beberapa blog yang aku kunjungi, ada beberapa lagi blog yang tidak bisa terbuka. Ada juga beberapa blog yang ditinggal pemiliknya, namun tidak sedikit pula yang masih eksis, mengisi blognya dengan tulisan ataupun kisah hidup mereka.

Membaca tulisan teman2 kadang buatku ketawa, senyum2 atau manggut2. Ya ada beberapa perbedaan. Adalah yang berubah dari kehidupan mereka. Yang dulu masih kuliah, skarang udah kerja. Yang dulu masih sendiri sekarang sudah berdua ataupun bertiga. Ya betapa waktu membawa perubahan dalam kehidupan kita. Untuk mereka yang berubah ke arah yang lebih baik, membutkau membisikkan “Alhamdulillah” sungguh aku bersyukur. Sedangkan untuk teman2 yang tulisannya masih postingan terakhir yang diposting 2 atau 3 tahun lalu, membuatku bertanya-tanya akan kabar mereka sekarang, dan ada doa di dalam hati semoga mereka baik2 saja.

Aku pun sebenarnya lama tidak menulis di blog. Ada banyak tulisan yang tidak sempat aku posting. Rasa malas kadang benar2 menjajahku, kemudian, kesibukan2 yang lain juga banyak menyita waktu. Tapi keinginan untuk kembali eksis di blog selalu ada, walaupun blog sepertinya banyak ditinggalkan, teman2 lebih banyak beralih ke situs jejaring sosial. Sebenarnya itu tidak masalah, dimanapun kita eksis, yang penting karya tetap ada.

Blogwalking siang ini....membuatku memiliki sebuah pemikiran, yah sebuah pemikiran. Untuk mereka yang berani mengambil sebuah keputusan akan menemukan perubahan dalam hidupnya. Ada beberapa tulisan teman yang aku baca, yang mengisahkan jalan hidup mereka yang awalnya tidak pernah kuduga mereka akan memilih hal seperti itu, tapi kenyataannya mereka telah mengambil sebuah keputusan atau katakanlah pilihan, dan hidup mereka berubah, berbeda dengan yang dulu.

Aku tersenyum. Dan berharap nanti akan tiba juga masa bagiku untuk mengambil sebuah keputusan yang Insya Allah akan merubah kehidupanku ke arah yang lebih baik. Aminnnnn...!

Thursday, November 15, 2012

tahuN barU kaLi iNi

Mungkin karena terlalu asyik dengan pekerjaan. Terlalu enjoy dengan suasana, hingga waktu tak terasa berlalu. Setahun bukan lagi waktu yang lama. Awal tahun baru saja rasanya berlalu, tiba-tiba kita berada lagi di akhir tahun.

Kemarin sore aku menyadari hal itu, ketika sebuah sms dari seorang sepupu masuk di ponselku. Sms yang mengingatkan aku untuk berdoa di akhir tahun-awal tahun. Padahal rasanya baru beberapa waktu yang lalu dia mengingatkan hal yang sama padaku.

"Oh jadi setahun telah berlalu dari hari itu?" Gumamku usai membaca sms tersebut. Teringat tahun lalu ada beberapa ritual ibadah yang tak sempat aku laksanakan karena sibuk. Untungnya tahun ini aku lagi di rumah saat menerima sms itu.

Sore kemarin aku fokuskan untuk persiapan melepaskan tahun 1433 Hijriah. Sampai2 aku tidak mau kemana-mana. Aku ingin di rumah saja, ingin fokus karena tahun lalu sudah melewatkannya.

Alhamdulillah, ritual ibadah yang diingatkan saudara sepupuku via sms itu bisa aku jalankan dengan baik. Capek, tapi ada rasa puas yang luar biasa.

Terima kasih ya Tuhan, atas kesempatan yang telah diberikan padaku kali ini :)

Thursday, January 12, 2012

sebuaH perjalanaN

Sebuah perjalanan yang sebelumnya membuatku tersenyum... bahkan bersemangat untuk mengawalinya. Aku bergegas. Mandi dan berganti pakaian. Kemudian aku melaju dengan sebuah lagu di hati.

Telah lama aku tak pergi bersama teman. Selama ini kami selalu pergi sendiri-sendiri dan bertemu di tujuan. Tapi perjalanan kali ini, akan ku lakukan bersama. Hmm sepanjang jalan bisa ngobrol, memotret bersama, ah pokoknya bisa melakukan apa saja bersama.

Di tujuan...! Ramai... ternyata sebelum kami, telah ada ratusan orang tiba. Aneka warna dan gaya terpampang di depan mataku. Inilah yang telah lama tak aku saksikan. Telah terlalu lama aku bergelut dengan kegiatanku, sampai sebuah hoby lama terlupa...!

Alhamdulillah ya Rab... ku nikmati lagi bukti kebesaran-Mu... aku berpapasan dengan ratusan orang, namun tak ada satu yang wajahnya persis sama... Sebuah mahakarya....!

Perjalanan ini Perjalanan yang sebelumnya memang telah membuatku bersemangat. Memberiku banyak pelajaran... salah satunya.... aku harus selalu mencari tempat yang rendah, seperti air agar saat jatuh tak merasa sakit..., aku harus selalu mengerti kesenangan orang karena disitulah letak kebahagian mereka...!

Wednesday, December 21, 2011

tentanG cintA

tentang cinta... adakah ia seperti pelangi?? indah kupandang namun berada pada sebuah ketinggian yang tak tergapai tak mampu kugapai....! Tuhan... hingga kini kumasih bertanya akan definisi cinta kumasih mencari jawaban atas tanyaku yang tak berkesudahan Tuhan... aku menanti hari, ketika Engkau izinkan ku menemukan jawaban atas tanya aku kan tetap melangkah kendati dalam gamangku aku tak kuasa aku berserah pada-Mu

Tuesday, November 15, 2011

terenggut alamku....!

ada saat engkau merindukan mereka,... orang-orang dari masa lalumu, orang-orang dari masa kecil mu yang (mungkin) tak pernah kau temui lagi untuk waktu yang lama. ada saat engkau merindukan hutan kecil, jalan setapak, lapangan hijau yang dulu tempatmu bermain, berkejar-kejaran dengan teman kecilmu.... dan kini telah hilang semua menjadi daerah pemukiman yang sarat dengan gedung2 kokoh yang menjulang... menjadi jalanan beraspal yang mulus. ada saat engkau merindukan kicau burung yang terbang bebas di angkasa.... (alamku yang terenggut oleh modernisasi)

Thursday, September 29, 2011

sebuaH Pertikaian

Tuhan... bukakanlah hati mereka agar bisa kembali bersatu seperti dulu,....

Aku bingung dengan kenyataan itu. Sunggu sulit bagiku untuk percaya. Bukankah seharusnya dia menjadi pelindung yang menyayangi dan bukankah seharusnya pelindung itu di hormati, dihargai....?

Aku tak bisa berkomentar banyak. Aku hanya mendengar ceritanya. Benar² bingung dengan kenyataan ini. Separah inikah? Diam² aku berharap ada jalan bagi mereka untuk kembali bersama seperti dulu. Dalam sebuah ruang yang damai, dipenuhi tawa, dan canda, dan ku berharap aku juga berada dalam ruangan itu.... menjadi bagian dari kedamaian, bagian dari tawa dan canda.

Aku hanya bisa berdoa untuk mereka... berdoa untuk kebersamaan mereka, kalo belum hari ini, semoga besok, lusa, minggu depan, bulan depan, tahun depan... pokoknya harus tetap berdoa...

Tuhan kabulkanlah.... Tuhan aku sayang mereka.... aku adalah bagian dari mereka...

Tuesday, September 06, 2011

"mengapa dia begitu benci padaku....?"

"mengapa dia begitu benci padaku....?" Mata yang sayu itu menatapku. Menuntut jawaban atas tanyanya. Sekejap kukerjapkan mataku. Kurasakan ada genangan yang sekuatnya kutahan.

Dulu matanya begitu bening... berbinar indah. Membagikan keceriaan kepada siapa saja yang ada di sekitarnya. Dulu senyumnya selalu merekah, mengikuti tawa yang renyah dari bibir mungilnya. Dia adalah tumpuan kasih sayang. Dan kasih sayang yang dia dapatkan kembali dia pancarkan lewat keceriaannya.

"Aku tak mengerti, aku berbuat apa padanya. Selama ini aku selalu baik padanya. Tapi dia selalu saja benci padaku. Semua yang kulakukan tidak ada benarnya, dimatanya." Pelan suaranya.

Aku kian tercekat. Bagaimana memberi penjelasan padanya? Aku juga berada pada tingkat keheranan yang sama dengannya. Mengapa yach mata yang bening itu harus menjadi sayu....? Mengapa mata yang bening itu harus di benci. Tapi aku harus hati² memberikan jawaban. Setidaknya jawabanku bisa mencerahkan hatiknya. Bukan malah menambah beban sedihnya dengan beban kebencian. Aku harus kuat di depannya.

"Adik,..." panggilku pelan, "sudahlah, tak usah memikirkan lagi hal itu. Kalau dia tetap benci kamu, kamu diamkan saja. Sabar sajalah. Kalau memang merasa tidak bersalah yach sikapi aja dengan bijak."

"Bijak bagaimana?" "Aku hampir tidak kuat lagi, rasanya ingin meledak, ingin berteriak protes, ingin marah." Wah mata sayu itu menjadi garang.

"Ah janganlah seperti itu. Yang kamu rasakan hanya kemarahan sesaat." Aku mencoba menenangkannya. "Hmmmm, gini aja, berpikir aja, jika dia membenci kamu, bisa jadi berarti kamu lebih baik dari dia, dan dia iri..., harusnya kamu bersyukur dengan kelebihan yang kamu miliki, tapi kelebihan itu jangan sampai membuar dirimu sombong." Mencoba bijak... dan berharap mata sayu itu menjadi sedikit bening.

"Jangan lupa berdoa untuknya, agar dia tak lagi iri padamu, atau pada orang lain. dengan demikian dia tidak akan membenci lagi...."

Mata sayu itu diam mendengarkanku. Mungkin kalimatku dicernanya. Entahlah....! Detik berikutnya mata sayu itu berbalik, melangkah meninggalkan aku. Dan sepeninggalnya kubiarkan genangan yang sedari tadi kutahan mengalir tenang di pipiku. Aku menangis untuknya, untuk deritanya.....! Tuhan tabahkanlah, kuatkanlah dan kembalikan bening di matanya...., amin...!

gambar di copy dari : http://winnie28.wordpress.com/2010/12/24/hikmah-dibalik-air-mata

Monday, August 08, 2011

Ayah....dukamU..!



(gambar diambil dari http://www.google.co.id/imgres?q=sosok+ayah&um=1&hl=id&biw=1024&bih=563&tbm=isch&tbnid=ZMQhYZ4wZTy_qM:&imgrefurl=http://imronspiritlife.blogspot.com/2011/03/bila-aku-bercerita-tentang-sosok-ayah.html&docid=5-76p_UsmOtxjM&w=400&h=273&ei=KkQ_Tv_OG4HPrQfm-6gK&zoom=1)

dukamu Ayah... tak sedikitpun terbaca olehku
begitu tabah dirimu
begitu teguh hatimu

ku tak kuasa lagi, aku menangis,ketika tanpa sadar aku melihatnya di dapur, mengaduk sesuatu di wajan, dia sedang memasak. Ayah.... aku berbisik lirih... lalu pergi meninggalkannya. Aku tak mau Ayah membaca sedih di wajahku.

Ibu yang dicintainya telah pergi. Dulu Ibu yang melakukan semua untuknya. Namun sekarang, Ayah lah yang melakukannya sendiri. Memang Ayah bisa. Dia sosok yang kuat, tegar. Kutau Ayah begitu mencintai Ibu... tapi tak pernah sekalipun kulihat Ayah mempertanyakan kepergian Ibu yang begitu cepat. Ayah percaya semua adalah kehendak-Nya. Ayah ikhlas melepas Ibu.

Ayah yang kini sendiri... Tak membiarkan duka menghiasi wajahnya meski kutahu ada tangisnya, tapi entah dimana dia meletakkan tangisnya... mungkin pada doa-doanya pada permohonannya pada yang Maha.

Tuhan, beri kekuatan pada Ayah, beri kesabaran untuk menjalani hari-harinya tanpa Ibu. Bukakan hati anak-anak Ayah agar menyayangi Ayah.

Monday, May 30, 2011

begitulaH hiduP

ada saat kau ingin pergi. berlalu sejenak dari jalur hidupmu. ingin menyepi di sebuah tempat yang tak terjangkau oleh mereka, orang2 yang tiap hari bersama-mu. orang2 yang mungkin pernah membuatmu tertawa, bersemangat dan juga menangis di lain waktu.

kehidupan seperti itu adalah sebuah proses yang sangat lumrah. bisa dialami oleh kamu, aku, dia, kita, mereka, semua. kadang kehidupan ini terasa berat menekan. tak mampu, tak kuasa bahu kita menahannya. tak kuasa kaki kita menopangnya... tapi pada saat itu kita tak boleh mengalah, menyerah begitu saja. selalu ada peluang untuk mencoba menjalani kehidupan yang normal seperti sebelumnya.

Thursday, March 31, 2011

sebuaH jendeLa

Kubiarkan jendela (itu) terbuka setiap saat, agar mudah bagiku memandang ke sana.
Aku pernah melihatnya disana. Seperti matanya mencari sesuatu. Apakah dia mencariku? Mencari sosok yang sekian lama mendambanya..? Ah sebuah tanya yang tak pernah berani ku pinta jawabnya.

Suatu hari yang lain. Lewat jendela itu, kembali kulihat dirinya. Dia tak sendiri. Seseorang bersamanya. Mereka terlibat pembicaraan yang lama, dan kelihatan akrab. Ada sesuatu yang terjadi di relung hatiku. Terasa nyelekit... Siapakah yang bersamanya? Jadi dulu dia tak mencariku...? Walaupun dia berdiri di seberang jendelaku...? Pertanyan lain yang tak akan pernah kupinta jawabnya.

Aku benci jendela itu. Aku menutupnya... tak ingin membukanya lagi. Tak berani lagi aku melihat ke sana lewat jendela itu.

"Apa salah sang jendela?" Separuh bagian dalam diriku bertanya. Bagian yang menjadi korban ketika jendela tertutup. "Jendela tak pernah bergeming, tak berbisik, tak mempengaruhi... jadi apakah jendela yang salah jika dia telah bersama seseorang? Kamu benar2 menjadi buta," amuk separuh bagian dalam diriku.

Kupandang jendela yang sekian lama kututup. Tak ada dendam yang tergurat meski aku telah semena-mena padanya. "Baiklah aku membuka kembali jendela," ucapku sambil melepas kaitnya.

Angin menyapa lembut wajahku begitu aku membuka jendela lebar2. Dengan mengucap basmalah aku menatap kesana. Tak ada siapa-siapa. Tak ada dirinya berdiri sendiri ataupun berdua. Kupandang lebih jelas lagi. Benar, tak ada siapa-siapa

Resah...! Kemana dirinya? Mengapa tak di seberang jendelaku lagi? Ah mungkin hari ini sibuk. Mungkin sebentar sore dirinya datang.
Tapi sampai sore tiba dirinya tak juga datang. Aku menunggu. Hingga malam, dia tak datang juga. Kuputukan tak menutup jendela malam itu, agar mudah bagiku melihat kesana setiap saat.

Aku lupa kapan aku tidur. Aku bangun saat merasakan panas yang lembut di wajahku. Ah sinar matahari yang masuk lewat jendela itu. Aku melompat mendekat ke jendela, dan.... ah dia belum juga ada disana.

Sebuah jendela.... biarkanlah terbuka agar mudah bagiku melihat kesana setiap saat. Agar mudah bagiku melihat dia... tak peduli dia sendiri atau sedang berdua... aku hanya ingin melihat dia...

TENTANG ETIKA

 Aku baru saja selesai sholat Magrib ketika ponselku berdering. Demi melihat nama yang tertera di layar, segera kurapikan mukenah lalu merai...