Saturday, August 19, 2006

maafkaN

bukan kamu saja, aku pun terhenyak. tak paham dengan sikapku kini. kemana rindu yang selama ini ada untukmu? adakah ia menguap bersama angin kemarau? tak rela. jauh di dasar hati, masih dirimu yang bertahta. seperti lagu naff yang mendayu-dayu itu. kau masih kekasihku. kau selalu kekasihku.

sedih, rasa itu selalu menggayuti. ketika kusadari kau kian asing bagiku. pun aku merasa asing darimu. namun jauh di dasar, di dalam sana, hati ini sungguh tidak rela. mungkin jeda yang terjadi kini, bisa membuat kita saling intropeksi. diam yang tercipta bukan tuk membunuh rasa yang dulu ikatkan kita. tidak! itu semata jalan terbaik saat ini, ketika ego tak lagi bisa kompromi.
semoga diam ini ajarkan kita tuk menjadi lebih bijak.

1 comment:

tjahaju said...

diikhlasin aja lah... perlahan2 diikhlaskan saja

Kunjungan Abang

Kepergian orang yang kau sayang senantiasa menyisakan duka meski kau tahu bahwa memang seperti itulah adanya. Dia harus pergi tanpa dapat di...