Thursday, September 21, 2006

dirimU mataharikU



di antara debur ombak
di atas bebatuan
terduduk aku
lepas pandangku ke pantai
mencari titik nun disana
adakah dirimu kan berlabuh?

temaram hantarkan sepi
bersama dingin yang membelai sepoi
sepi
sepi yang selimuti hatiku
sepi ini di pecahkan ombak yang menghempas batu
sepi ini hanyut bersama riak gelombang

jingga di cakrawala
ku tau mentari ada disana, hendak bersemayam
melewatkan separuh hari di belahan lain
dan akan kembali lagi disini, esok, menyapa aku, kamu, kita, bumi!
matahari benar2 akan kembali

jauh dirimu
di seberang laut, di balik gunung,
ach entah dimana kau berada
tak pernah aku pasti akan keberadaanmu
namun aku yakin
dirimu seperti matahari
dirimu adalah matahariku
kan kembali, esok, menyapaku

tuk seseorang yang jauh
di tanah ini aku menantimu

3 comments:

Eriek said...

eh,...menanti 'dirimu' sapa Asya?
ciee,...someone special nun jauh di seberangkah?

oia, ngomong tentang pantai jadi ingat minggu kemren juga maen ke pantai. asik. seru. penuh petualangan banget. ntar deh aq posting deh lengkap dgn fotonya juga.

asya said...

menanti siapa? asya setiap hari dalam PENANTIAN. menanti penjaga hati yang akan menjemputku, membawaku ke rumah ketujuh. huehueheue sapa dia aku juga blon tau.
ok ta'tungguin ceritanya bout pantai.

angin-berbisik said...

Hai.....aku sampai sekarang belom pernah buat puisi tentang alam...kebanyakan puisiku ttg kehidupan, nice deh...keep writing asya

Kunjungan Abang

Kepergian orang yang kau sayang senantiasa menyisakan duka meski kau tahu bahwa memang seperti itulah adanya. Dia harus pergi tanpa dapat di...